Jumat, 25 Oktober 2019

Masalah dan Solusi dari Polusi Udara

POLUSI UDARA
Masalah dari Polusi Udara :
1.      Hujan Asam           
Hujan asam adalah presipitasi yang mengandung asam nitrat dan sulfur dalam jumlah berbahaya. Asam-asam ini dibentuk terutama oleh nitrogen oksida dan sulfur oksida yang dilepaskan ke atmosfer ketika bahan bakar fosil dibakar.
2.      Kabut Asap
Kabut asap disebabkan ketika sinar matahari menemukan partikel-partikel polusi kecil di udara. Kabut asap mengaburkan kejelasan, warna, tekstur, dan bentuk dari apa yang kita lihat.
3.      Efek pada Satwa Liar
Polutan beracun di udara, dapat berdampak pada satwa liar. Studi menunjukkan bahwa racun udara berkontribusi terhadap cacat lahir, kegagalan reproduksi, dan penyakit pada hewan.
4.      Penipisan Ozon
ozon "baik" ini secara bertahap dihancurkan oleh bahan kimia buatan manusia yang disebut sebagai zat perusak ozon.
5.      Kerusakan Tanaman dan Hutan
Ozon di tingkat sekitar dapat menyebabkan pengurangan hasil pertanian dan hasil hutan komersial, mengurangi pertumbuhan dan kemampuan bertahan hidup bibit pohon, dan meningkatkan kerentanan tanaman terhadap penyakit, hama dan cuaca buruk.
6.      Perubahan Iklim Global

Solusi dari Polusi Udara :
1.        Melakukan penyuluhan terhadap masyarakat mengenai pentingnya udara yang bersih dan juga bebas dari polusi. 
2.        Penegakan kembali peraturan atau perundang- undangan tentang lingkungan.
3.        Melalukan penyaringan terhadap asap atau limbah asap yang akan dibuang ke udara bebas agar tidak terllau membahayakan kesehatan Bumi.
4.        Mengurangi penggunaan bahan bakar fosil sebagai pembangkit listrik atau energi yang lainnya.
5.        Menggunakan peralatan atau bahan- bahan yang lebih ramah lingkungan dalam kehidupan sehari- hari. 
6.        Mengurangi jumlah kendaraan pribadi
7.        Menggunakan bahan bakar yang ramah lingkungan, seperti biogas
8.        Menjaga kelestarian hutan
9.        Tidak melakukan penggundulaan hutan
10.    Mulai melakukan penanaman tanaman- tanaman hijau, dimulai dari lingkungan yang ada di sekitar rumah
11.    Mengembangkan teknologi ramah lingkungan
12.    Mengolah sampah non organik yang masih layak pakai menjadi barang- barang yang berguna dan menimbun sampah- sampah organik agar menjadi pupuk organik
13.    Mengurangi penggunaan insektisida secara berlebihan 
14.    Melakukan reboisasi hutan gundul.

Kesimpulan:
Polusi udara adalah suatu keadaan dimana udara mengandung bahan kimia, partikel, atau bahan biologis lainnya yang menyebabkan kerugian atau ketidaknyamanan pada manusia atau makhluk hidup lainnya, serta menyebabkan kerusakan pada lingkungan alam atau lingkungan binaan, ke atmosfer. Penyebab dari polusi udara sebagian besar disebabkan oleh kegiatan manusia yang tidak ramah lingkungan sehingga menyebabkan dampak buruk bagi bumi, dan memberikan banyak kerugian untuk seluruh ekosistem didalamnya. Beberapa solusi untuk mengurangi pencemaran atau polusi udara adalah dengan mulai peduli terhadap lingkungan sekitar, menggunakan barang-barang ramah lingkungan, menanam pohon mulai dari lingkungan sekitar, mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, dll. 

Nama   : Sri Ayu Dewi Pamungkas/ 37416135

ETIKA PROFESI


ETIKA PROFESI
Apakah etika, dan apakah etika profesi itu ? Kata etik (atau etika) berasal dari kata ethos (bahasa Yunani) yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat. Sebagai suatu subyek, etika akan berkaitan dengan konsep yang dimilki oleh individu ataupun kelompok untuk menilai apakah tindakan-tindakan yang telah dikerjakannya itu salah atau benar, buruk atau baik.
Menurut Martin (1993), etika didefinisikan sebagai “the discpline which can act as the performance index or reference for our control system”. Dengan demikian, etika akan memberikan semacam batasan maupun standar yang akan mengatur pergaulan manusia di dalam kelompok sosialnya. Dalam pengertiannya yang secara khusus dikaitkan dengan seni pergaulan manusia, etika ini kemudian dirupakan dalam bentuk aturan (code) tertulis yang secara sistematik sengaja dibuat berdasarkan prinsipprinsip moral yang ada dan pada saat yang dibutuhkan akan bisa difungsikan sebagai alat untuk menghakimi segala macam tindakan yang secara logika-rasional umum (common sense) dinilai menyimpang dari kode etik. Dengan demikian etika adalah refleksi dari apa yang disebut dengan “self control”, karena segala sesuatunya dibuat dan diterapkan dari dan untuk kepenringan kelompok sosial (profesi) itu sendiri.
Oleh karena itu dapatlah disimpulkan bahwa sebuah profesi hanya dapat memperoleh kepercayaan dari masyarakat, bilamana dalam diri para elit profesional tersebut ada kesadaran kuat untuk mengindahkan etika profesi pada saat mereka ingin memberikan jasa keahlian profesi kepada masyarakat yang memerlukannya. Tanpa etika profesi, apa yang semual dikenal sebagai sebuah profesi yang terhormat akan segera jatuh terdegradasi menjadi sebuah pekerjaan pencarian nafkah biasa (okupasi) yang sedikitpun tidak diwarnai dengan nilai-nilai idealisme dan ujung-ujungnya akan berakhir dengan tidak-adanya lagi respek maupun kepercayaan yang pantas diberikan kepada para elite profesional ini.

B. PENGERTIAN ETIKA
Dalam pergaulan hidup bermasyarakat, bernegara hingga pergaulan hidup tingkat internasional di perlukan suatu system yang mengatur bagaimana seharusnya manusia bergaul. Sistem pengaturan pergaulan tersebut menjadi saling menghormati dan dikenal dengan sebutan sopan santun, tata krama, protokoler dan lain-lain. Maksud pedoman pergaulan tidak lain untuk menjaga kepentingan masing-masing yang terlibat agara mereka senang, tenang, tentram, terlindung tanpa merugikan kepentingannya serta terjamin agar perbuatannya yang tengah dijalankan sesuai dengan adat kebiasaan yang berlaku dan tidak bertentangan dengan hak-hak asasi umumnya. Hal itulah yang mendasari tumbuh kembangnya etika di masyarakat kita. Menurut para ahli maka etika tidak lain adalah aturan prilaku, adat kebiasaan manusia dalam pergaulan antara sesamanya dan menegaskan mana yang benar dan mana yang buruk. Perkataan etika atau lazim juga disebut etik, berasal dari kata Yunani ETHOS yang berarti norma-norma, nilai-nilai, kaidah-kaidah dan ukuran-ukuran bagi tingkah laku manusia yang baik, seperti yang dirumuskan oleh beberapa ahli berikut ini :
• Drs. O.P. SIMORANGKIR
Etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam berprilaku menurut ukuran dan nilai yang baik.
• Drs. Sidi Gajalba dalam sistematika filsafat
Etika adalah teori tentang tingkah laku perbuatan manusia dipandang dari seg baik dan buruk, sejauh yang dapat ditentukan oleh akal.
• Drs. H. Burhanudin Salam
Etika adalah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma moral yang menentukan prilaku manusia dalam hidupnya. Etika dalam perkembangannya sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Etika memberi manusia orientasi bagaimana ia menjalani hidupnya melalui rangkaian tindakan sehari-hari. Itu berarti etika membantu manusia untuk mengambil sikap dan bertindak secara tepat dalam menjalani hidup ini. Etika pada akhirnya membantu kita untuk mengambil keputusan tentang tindakan apa yang perlu kita lakukan dan yang pelru kita pahami bersama bahwa etika ini dapat diterapkan dalam segala aspek atau sisi kehidupan kita, dengan demikian etika ini dapat dibagi menjadi beberapa bagian sesuai dengan aspek atau sisi kehidupan manusianya.
Ada dua macam etika yang harus kita pahami bersama dalam menentukan baik dan buruknya prilaku manusia :
1. ETIKA DESKRIPTIF, yaitu etika yang berusaha meneropong secara kritis dan rasional sikap dan prilaku manusia dan apa yang dikejar oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. Etika deskriptif memberikan fakta sebagai dasar untuk mengambil keputusan tentang prilaku atau sikap yang mau diambil.
2. ETIKA NORMATIF, yaitu etika yang berusaha menetapkan berbagai sikap dan pola prilaku ideal yang seharusnya dimiliki oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. Etika normatif memberi penilaian sekaligus memberi norma sebagai dasar dan kerangka tindakan yang akan diputuskan.
Etika secara umum dapat dibagi menjadi :
a. ETIKA UMUM, berbicara mengenai kondisi-kondisi dasar bagaimana manusia bertindak secara etis, bagaimana manusia mengambil keputusan etis, teori-teori etika dan prinsip-prinsip moral dasar yang menjadi pegangan bagi manusia dalam bertindak serta tolak ukur dalam menilai baik atau buruknya suatu tindakan. Etika umum dapat di analogkan dengan ilmu pengetahuan, yang membahas mengenai pengertian umum dan teori-teori.
b. ETIKA KHUSUS, merupakan penerapan prinsip-prinsip moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus. Penerapan ini bisa berwujud : Bagaimana saya mengambil keputusan dan bertindak dalam bidang kehidupan dan kegiatan khusus yang saya lakukan, yang didasari oleh cara, teori dan prinsip-prinsip moral dasar. Namun, penerapan itu dapat juga berwujud : Bagaimana saya menilai perilaku saya dan orang lain dalam bidang kegiatan dan kehidupan khusus yang dilatarbelakangi oleh kondisi yang memungkinkan manusia bertindak etis : cara bagaimana manusia mengambil suatu keputusan atau tidanakn, dan teori serta prinsip moral dasar yang ada dibaliknya.
ETIKA KHUSUS dibagi lagi menjadi dua bagian :
a.       Etika individual, yaitu menyangkut kewajiban dan sikap manusia terhadap dirinya sendiri.
b.      Etika sosial  yaitu berbicara mengenai kewajiban, sikap dan pola perilaku manusia sebagai anggota umat manusia. Perlu diperhatikan bahwa etika individual dan etika sosial tidak dapat dipisahkan satu sama lain dengan tajam, karena kewajiban manusia terhadap diri sendiri dan sebagai anggota umat manusia saling berkaitan. Etika sosial menyangkut hubungan manusia dengan manusia baik secara langsung maupun secara kelembagaan (keluarga, masyarakat, negara), sikap kritis terhadpa pandanganpandangana dunia dan idiologi-idiologi maupun tanggung jawab umat manusia terhadap lingkungan hidup. Dengan demikian luasnya lingkup dari etika sosial, maka etika sosial ini terbagi atau terpecah menjadi banyak bagian atau bidang.
Dan pembahasan bidang yang paling aktual saat ini adalah sebagai berikut :
1. Sikap terhadap sesama
2. Etika keluarga
3. Etika profesi
4. Etika politik
5. Etika lingkungan
6. Etika idiologi

Pengertian Profesi
Profesi Istilah profesi telah dimengerti oleh banyak orang bahwa suatu hal yang berkaitan dengan bidang yang sangat dipengaruhi oleh pendidikan dan keahlian, sehingga banyak orang yang bekerja tetap sesuai. Tetapi dengan keahlian saja yang diperoleh dari pendidikan kejuruan, juga belum cukup disebut profesi. Tetapi perlu penguasaan teori sistematis yang mendasari praktek pelaksanaan, dan hubungan antara teori dan penerapan dalam praktek.
PROFESI, adalah pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan pokok untuk menghasilkan nafkah hidup dan yang mengandalkan suatu keahlian. PROFESIONAL, adalah orang yang mempunyai profesi atau pekerjaan purna waktu dan hidup dari pekerjaan itu dengan mengandalkan suatu keahlian yang tinggi. Atau seorang profesional adalah seseorang yang hidup dengan mempraktekkan suatu keahlian tertentu atau dengan terlibat dalam suatu kegiatan tertentu yang menurut keahlian, sementara orang lain melakukan hal yang sama sebagai sekedar hobi, untuk senang-senang, atau untuk mengisi waktu luang. Yang harus kita ingat dan fahami betul bahwa “PEKERJAAN / PROFESI” dan “PROFESIONAL” terdapat beberapa perbedaan :
·         PROFESI : - Mengandalkan suatu keterampilan atau keahlian khusus. - Dilaksanakan sebagai suatu pekerjaan atau kegiatan utama (purna waktu). - Dilaksanakan sebagai sumber utama nafkah hidup. - Dilaksanakan dengan keterlibatan pribadi yang mendalam.
·         PROFESIONAL : - Orang yang tahu akan keahlian dan keterampilannya. - Meluangkan seluruh waktunya untuk pekerjaan atau kegiatannya itu. - Hidup dari situ. - Bangga akan pekerjaannya.

CIRI-CIRI PROFESI
Secara umum ada beberapa ciri atau sifat yang selalu melekat pada profesi, yaitu :
1.      Adanya pengetahuan khusus, yang biasanya keahlian dan keterampilan ini dimiliki berkat pendidikan, pelatihan dan pengalaman yang bertahun-tahun.
2.      Adanya kaidah dan standar moral yang sangat tinggi. Hal ini biasanya setiap pelaku profesi mendasarkan kegiatannya pada kode etik profesi.
3.      Mengabdi pada kepentingan masyarakat, artinya setiap pelaksana profesi harus meletakkan kepentingan pribadi di bawah kepentingan masyarakat.
4.      Ada izin khusus untuk menjalankan suatu profesi. Setiap profesi akan selalu berkaitan dengan kepentingan masyarakat, dimana nilai-nilai kemanusiaan berupa keselamatan, keamanan, kelangsungan hidup dan sebagainya, maka untuk menjalankan suatu profesi harus terlebih dahulu ada izin khusus.
5.      Kaum profesional biasanya menjadi anggota dari suatu profesi.
Dengan melihat ciri-ciri umum profesi di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa kaum profesional adalah orang-orang yang memiliki tolak ukur perilaku yang berada di atas ratarata. Di satu pihak ada tuntutan dan tantangan yang sangat berat, tetapi di lain pihak ada suatu kejelasan mengenai pola perilaku yang baik dalam rangka kepentingan masyarakat. Seandainya semua bidang kehidupan dan bidang kegiatan menerapkan suatu standar profesional yang tinggi, bisa diharapkan akan tercipta suatu kualitas masyarakat yang semakin baik.



PRINSIP-PRINSIP ETIKA PROFESI :
1. Tanggung jawab - Terhadap pelaksanaan pekerjaan itu dan terhadap hasilnya. - Terhadap dampak dari profesi itu untuk kehidupan orang lain atau masyarakat pada umumnya.
2. Keadilan. Prinsip ini menuntut kita untuk memberikan kepada siapa saja apa yang menjadi haknya.
3. Otonomi. Prinsip ini menuntut agar setiap kaum profesional memiliki dan di beri kebebasan dalam menjalankan profesinya.


Sumber : http://eprints.undip.ac.id/4907/1/Etika_Profesi.pdf

Contoh Review Jurnal Perencanaan Jadwal Induk Produksi


REVIEW JURNAL


Judul Jurnal 
Perencanaan Jadwal Induk Produksi pada Produk Nas Shoes dengan Menggunakan Metode Perencanaan Agregat di Perusahaan Furniture
Penulis dan Institusi Asal
Anisya Kusumaningrum, Renanda Nia Rachmadita dan Rina Sandora— Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
Sumber Jurnal

Latar Belakang Masalah
Perusahaan Furniture ini dalam menjalani aktivitas produksinya mengalami permintaan secara berkala pada setiap bulannya, dalam menghadapi hal tersebut perusahaan perlu melakukan perencanaan produksi dengan baik. Saat ini perusahaan dihadapkan dengan masalah penumpukan pada suatu jenis produk dan mengalami kekurangan pada produk lain sehingga mengakibatkan pembengkakan biaya produksi. Oleh karena itu apabila perusahaan tidak menyediakan perencanaan jadwal induk produksi, maka akan menyebabkan suatu kendala dalam produksi yang akan berpengaruh terhadap kinerja perusahaan yang berhubungan dengan kurangnya efektivitas tenaga kerja dan efisiensi jam kerja. Untuk mengatasi masalah tersebut perusahaan perlu menetapkan Perencanaan jadwal induk produksi yang baik sehingga dapat diketahui kapan dan berapa banyak produk yang harus diproduksi untuk dapat memenuhi permintaan konsumen dengan tepat waktu dan jumlah yang sesuai.


Metode  Penelitian
Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah perencanaan agregat yang dimulai dengan perhitungan peramalan menggunakan metode regresi linier. Penentuan perencanaan agregat menggunakan metode transportasi, metode tenaga kerja tetap dan metode trial and error.

Hasil Penelitian
Dari hasil penelitian jurnal ini dapat diketahui perencanaan jadwal induk produksi dimulai dengan perhitungan peramalan permintaan produk Nas Shoes menggunakan metode regresi linier, Setelah peramalan selanjutnya perhitungan perencanaan agregat dengan menggunakan tiga metode yaitu metode transportasi, metode tenaga kerja tetap, dan metode trial and error, setelah ditemukannya metode paling optimal maka langkah selanjutnya yaitu membuat Tabel jadwal induk produksi. Dari hasil perhitungan jadwal induk produksi menggunakan metode perencanaan agregat dengan tiga alternatif yaitu transportasi, tenaga kerja tetap dan trial and error diperoleh hasil yang lebih optimal terdapat pada alternatif metode transportasi dengan biaya produksi sebesar $120.892,10 total produksi sebesar 2626 unit selama 6 bulan.

Review/ Komentar
Dari jurnal diatas dapat diketahui bahwa masalah yang ditanggulangi adalah masalah tidak terdapat perencanaan produksi yang baik, sehingga mengakibatkan menyebabkan suatu kendala dalam produksi yang akan berpengaruh terhadap kinerja perusahaan. Apabila perusahaan membuat perencanaan produksi dengan menggunakan metode yang tepat maka jalannya produksi suatu industri akan  lebih baik dari berbagai lini baik itu waktu, kualitas, kuantitas, efisiensi sistem bahkan sampai ke modal yang digunakan. Berdasarkan jurnal diatas penulis menggunakan beberapa metode alternatif untuk mendapatkan satu alternatif terbaik. Dan hasil yang lebih optimal terdapat pada alternatif metode transportasi, karena memiliki biaya produksi paling rendah dibandingkan metode alternatif lainnnya.
Daftar Pustaka
Baroto,T. (2002) . Perencanaan dan Pengendalian Produksi. PT Ghalia Indonesia. Jakarta.
Gaspersz, V. (2005). Production Planning And Inventory Control Berdasarkan Pendekatan
Sistem Terintegrasi MRP II Dan JIT Menuju Manufakturing 21. PT. Gramedia Pusaka Utama , Jakarta.
Nasution, A.H. (1999). Perencanaan dan Pengendalian Produksi. PT Candimas Metropole.
Jakarta.
Rasbina, A, dkk.(2013). Perencanaan Jadwal Induk Produksi Pada PT XYZ. EJurnal Teknik
Industri FT USU, Vol 2 No.1, Hal 54-57.
Solikhah, F. I., Rachmadita, R. N., & Maharani, A. (2018, January). Optimasi Penjadwalan
Mesin Produksi Flowshop dengan Metode Campbell Dudek and Smith (CDS) dan Nawaz Enscore Ham (NEH) pada Departemen Produksi Massal. In Conference on Design and Manufacture and Its Aplication (Vol. 1, No. 1, pp. 414-419).
Trisna, A. dan E.N. Harahap.(2014). Perencanaan Pengendalian Produksi Air Minum Dalam
Kemasan Menggunakan Metode Aggregate Planning. Malikussaleh Industrial Engginering Jurnal ,Vol 1 No. ISSN 2302 934X.