Selasa, 24 Oktober 2017

KETAHANAN NASIONAL

KELOMPOK 2
                                    ”KETAHANAN NASIONAL”
                                   
                                               

DOSEN                      : Mutiara,SIKOM
DISUSUN OLEH      : Aldo Elandri/ 30416517                  Litya K /34416081
                                     Sri Ayu Dewi/ 37416135                  M. Ilham/ 34416595 
                                     Halen Rasdina/ 33416161                M. Hisyam/34416904
                                     Ihza Muzadi Khalis/ 38416223        Munandar/35416167
                                    Khafi Kurnia R/ 33416883               Purwo A/ 38416157
                                                                                                Gita O/ 33416072

JURUSAN TEKNIK INDUSTRI
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
DEPOK
2017


Pendahuluan
Rasa syukur kami panjatkan kepada Tuhan yang maha Esa, karena berkat rahmat dan hidayahnya kami bisa menyelesaikan makalah yang berjudul “Ketahanan Nasional terhadap kebudayaan”, suatu permasalahan yang kerap terjadi di indonesia tentang permasalahan kebudayaan yang sering di claim oleh negara lain.
Makalah ini dibuat dalam rangka tugas kuliah yang diberikan oleh dosen kami, selain untuk tugas makalah ini dibuat untuk pemahaman dan penambahan wawasan tentang bahwasanya ketahanan nasional bukan hanya tentang kemiliteran namun ketahanan nasional mencakup seluruh aspek yang ada dinegara ini.
Kami juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu proses, terkhusus kepada :
1.      Ibu mutiara,sikom selaku dosen “Pendidikan Kewarganegaraan” yang telah membimbing dan memberikan ilmu kepada kami semua
2.      Rekan-rekan mahasiswa kelas 2ID05 yang telah banyak memberikan masukan untuk makalah ini
Demikian makalah ini kami buat semoga bermanfaat,


Depok, 24 Oktober 2017
Penyusun                    





BAB 1
Pendahuluan
1.1  Latar belakang
Terbentuknya suatu negara yaitu dilatarbelakangi oleh perjuangan seluruh bangasa, dan didalam suatu negara ada unsur-unsur yang terdiri dari Penduduk, Wilayah, Pemerintah, dan Kedaulatan. Mengenai ketahanan nasioanl siapa yang bertanggung jawab untuk hal itu, tentu saja seluruh makhluk hidup (berakal) yang tinngal dinegara itulah yang bertanggung jawan atas ketahan nasioan khususnya di Indonesia. Ketahanan nasioanl indonesia adalah kondisi dimana bangsa indonesia yang meliputi segenap aspek kehidupan nasional yang terintegrasi, berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasioanl, dalam menanggapi dan mengatasi segala ancaman, hambatan,  dan gangguan baik yang datang dari luar dan dalam menjamin identitas, integrasi, kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan mencapai tujuan nasional
Setiap bangsa sudah pasti mempunyai cita-cita yang ingin diwujudkan dalam hidup dan kehidupan nyata. Cita-cita itu merupakan arahan dan atau tujuan yang sebenar-benarnyadan mempunyai fungsi sebagai penentu arah dari tujuan nasionalnya. Namun demikian, pencapaian cita-cita dan tujuan nasional itu bukan sesuatu yang mudah diwujudkan karena dalam perjalanannya kearah itu akan muncul energi baik yang positif maupun negatif yang memaksa suatu bangsa untuk mencari solusi terbaik, terarah, konsisten, efektif, dan efisien.
karena sejak dari merdeka negara Indonesia tidak luput dari gejolak dan ancaman yang sering membahayakan kelangsungan hidup, karena tujuan dari negara Indonesia diantaranya :
1.      Melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah
2.      IndonesiaMemajukan kesejahteraan umum
3.      Mencerdaskan kehidupan bangsa
4.      Ikut melaksanakan ketertiban dunia
Maka dari itu mengenai ketahan nasional adalah tanggung jawab seluruh warga negara Indonesia.
1.2              Rumusan masalah
1.      Apa itu ketahanan nasioan ?
2.      Apa asas-asas ketahanan Nasional ?
3.      Ketahanan nasional dalam kebudayaan
4.      Bagaimana ancaman dari dalam dan luar negeri terhadap indonesia
1.3              Tujuan
1.      Untuk menjaga dan melindungi kedaulatan Negara, keutuhan wilayah NKRI dan keselamatan segenap bangsa dari bentuk ancaman
2.      Menumbuhkan rasa cinta tanah air
3.      Menambah wawasan dan ilmu tentang ketahanan nasional
4.      Bagaimana Konsepsi Ketahanan nasional?









BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Ketahanan Nasional Indonesia
Ketahanan Nasional pastinya mempunyai rumusan dengan pengertian yang baku dalam upayanya menghadapi dinamika perkembangan dunia  dari masa ke masa. Kepastian itu  menjadi keharusan karena dipakai sebagai titik dasar atau titik tolak untuk gerak implemetasi/penerapan di dalam hidup dan kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara.
Pengertian baku Ketahanan Nasional bangsa Indonesia adalah kondisi dinamik bangsa Indonesia yang meliputi segenap  aspek kehidupan nasional yang terintegrasi, berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional, dalam menghadapi dan mengatasi  segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan baik yang datang dari luar maupun dari dalam untuk menjamin identitas , integritas, kelangsungan  hidup bangsa dan negara serta perjuangan mencapai tujuan nasionalnya.
Ketahanan nasional hanya dapat terwujud kalau meliputi seluruh segi kehidupan bangsa yang biasanya kita namakan aspek social kehidupan, meliputi Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial, Budaya dan Hankam. Juga meliputi aspek alam, yaitu Geografi, Penduduk dan Kekayaan Alam. Di lingkungan Lembaga Ketahanan Nasioanal seluruh segi kehidupan bangsa dinamakan Astra Gatra, terdiri dari Panca Gatra (social) dan Tri Gatra (Alam). Seluruhnya itu harus selalu diusahakan untuk memberikan peranannya dalam perwujudan Kesejahteraan dan Keamanan.
Oleh karena itu, Ketahanan Nasional adalah kondisi hidup dan kehidupan  nasional yang harus senantiasa diwujudkan dan dibina secara terus-menerus serta sinergik. Hal demikian itu, dimulai dari lingkungan terkecil yaitu diri pribadi, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara  dengan modal dasar keuletan dan ketangguhan yang mampu mengembangkan kekuatan nasional. Proses berkelanjutan itu harus selalu didasari oleh pemikiran geopolitik dan geostrategi sebagai sebuah konsepsi yang dirancang  dan dirumuskan dengan memperhatikan konstelasi yang ada disekitar Indonesia.
Konsepsi Ketahanan Nasional Indonesia adalah konsepsi pengembangan kekuatan nasional melalui pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan yang seimbang, serasi dan selaras dalam seluruh aspek kehidupan secara utuh, menyeluruh dan terpadu berlandaskan Pancasila, UUD 1945 dan Wawasan Nusantara. Dengan kata lain, konsepsi Ketahanan Nasional Indonesia merupakan pedoman (sarana) untuk meningkatkan (metode) keuletan dan ketangguhan  bangsa yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional, dengan pendekatan kesejahteraan dan keamanan.
Kesejahteraan dapat digambarkan sebagai kemampuan bangsa dalam menumbuhkembangkan nilai-nilai nasionalnya, demi sebesar-besar kemakmuran yang adil dan merata, rohaniah dan jasmaniah. Sementara itu, keamanan adalah kemampuan bangsa dan negara untuk melindungi nilai-nilai nasionalnya terhadap ancaman dari luar maupun dari dalam.
Hakikat Ketahanan Nasional Indonesia adalah keuletan dan ketangguhan bangsa yang mengandung kemampuan mengambangkan kekuatan nasional untuk dapat menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara dalam mencapai tujuan nasional.
Hakikat  konsepsi Ketahanan Nasional Indonesia adalah pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan secara seimbang , serasi dan selaras dalam aspek hidup dan kehidupan nasional.

2.2  Asas dan Landasan Ketahan Nasional
Asas ketahanan nasional adalah tata laku yang disadari nilai-nilai yang tersusun berlandaskan Pancasila, UUD 1945 dan Wawasan Nusantara. Adapun asas-asas ketahanan nasional (lemhanmas,2000:99-11) adalah sebagai berikut :



a.       Asas kesejahteraan dan keamanan
Asas ini merupakan kebutuhan yang sangat mendasar dan wajib dipenuhi bagi individu maupun masyarakat atau kelompok. Didalam kehidupan nasional berbangsa dan bernegara, unsur kesejahteraan dan keamanan ini biasanya menjadi tolak ukur bagi mantap/tidaknya ketahanan nasional.
b.      Asas komprehensif/menyeluruh terpadu
Artinya, ketahanan nasioanal mencakup seluruh aspek kehidupan. Aspek-aspek tersebut berkaitan dalam bentuk persatuan dan perpaduan secara selaras, serasi, dan seimbang.
c.       Asas kekeluargaan
Asas ini bersikap keadilan, kebersamaan, kesamaan, gotong royong, tenggang rasa dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dalam hal ini hidup dengan asas kekeluargaan ini diakui adanya perbedaan, dan kenyataan real ini dikembangkan secara serasi dalam kehidupan kemitraan dan dijaga dari konflik yang bersifat merusak/destruktif.
2.3  Konsepsi Ketahanan Nasional
Konsepsi pengembangan kekuatan nasional melalui pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan yang seimbang, serasi dan selaras dalam seluruh aspek kehidupan secara utuh dan terpadu berlandaskan Pancasila dan UUD 1945 dan wawasan nusantara dengan kata lain konsepsi ketahanan nasional merupakan pedoman untuk meningkatkan keuletan dan ketangguhan bangsa yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dengan pendekatan kesejahteraan dan keamanan. Kesejahteraan dapat digambarkan sebagai kemampuan bangsa dalam menumbuhkan dan mengembangkan nilai-nilai nasionalnya demi sebesar-besarnya kemakmuran yang adil dan merata, rohaniah dan jasmaniah. Sedangkan keamanan adalah kemampuan bangsa melindungi nilai-nilai nasional terhadap ancaman dari luar maupun dari dalam.
Ketahanan pada aspek politik diartikan sebagai kondisi dinamis kehidupan politik bangsa Indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan kekuatan nasional dalam menghadapi serta mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan yang datang dari luar maupun dari dalam secara langsung maupun tidak langsung untuk menjamin kelangsungan kehidupan politik bangsa dan negara Republik Indonesia berdasar Pancasila dan UUD 1945.
Ketahanan nasional adalah kondisi dinamis suatu bangsa yang meliputi segenap kehidupan nasional yang terintegrasi, berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan, baik yang datang dari dalam maupun dari luar, untuk menjamin identitas, integrasi dan kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan mencapai tujuan nasional dapat dijelaskan seperti dibawah ini :
a.       Ketangguhan
Adalah kekuatan yang menyebabkan seseorang atau sesuatu dapat bertahan, kuat menderita atau dapat menanggulangi beban yang dipikulnya.
b.      Keuletan
Adalah usaha secara giat dengan kemampuan yang keras dalam menggunakan kemampuan tersebut diatas untuk mencapai tujuan.
c.       Identitas
Yaitu ciri khas suatu bangsa atau negara dilihat secara keseluruhan. Negara dilihat dalam pengertian sebagai suatu organisasi masyarakat yang dibatasi oleh wilayah dengan penduduk, sejarah, pemerintahan, dan tujuan nasional serta dengan peran internasionalnya.
d.      Integritas
Yaitu kesatuan menyeluruh dalam kehidupan nasional suatu bangsa baik unsur sosial maupun alamiah, baik bersifat potensional maupun fungsional.
e.       Ancaman
Yang dimaksud disini adalah hal/usaha yang bersifat mengubah atau merombak kebijaksanaan dan usaha ini dilakukan secara konseptual, kriminal dan politis.
f.       Hambatan dan gangguan
Adalah hal atau usaha yang berasal dari luar dan dari diri sendiri yang bersifat dan bertujuan melemahkan atau menghalangi secara tidak konsepsional.

2.3 Ketahanan Nasional dalam Bidang Sosial Budaya
Ketahanan dibidang sosial budaya diartikan sebagai kondisi dinamik yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional didalam menghadapi dan mengatasi segala ancaman,gangguan, hambatan dan tantangan baik yang datang dari dalam maupun luar. Yang langsung maupun tidak langsung membahayakan kelangsungan kehidupan sosial budaya bangsa dan Negara RI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Kebudayaan merupakan gambaran seluruh cara hidup yang melembaga dalam suatu masyarakat yang manifetasinya tampak dalam tingkah laku dan tingkah laku tersebut dapat dipelajari. Dengan demikian ketahanan sosial yang dibentuk oleh kekuatan kebudayaan tertentu bisa dipelajari dan diupayakan untuk meningkatkan kualitasnya
Melakukan aktivitas bersama dalam rangka mempertahankam kehidupanya. Menurut Koentjaraningrat nilai budaya bangsa Indonesia mengandung empat konsep yaitu:
1.      Manusia itu hidup sendiri didunia ini, tetapi dikelilingi oleh komunitasnya, masyarakat, dan alam semesta sekitarnya
2.      Segala aspek kehidupan manusia pada hakikatnya tergantung kepada sesamanya
3.      Manusia harus selalu berusaha untuk sedapat mungkin memelihara hubungan baik dengan sesamanya, yang terdorong oleh jiwa sama rata
4.      Manusia sedapat mungkin untuk bersifat konform, berbuat sama dan bersama dalam komunitasnya, yang terdorong oleh rasa sama tinggi dan sama rendah
Serta mempunyai  2 bentuk ancaman, ialah:
1.      Ancaman di dalam negeri
Contohnya adalah pemeberontakan dan subversi yang berasal atau terbentuk dari masyarakat Indonesia 
2.      Ancaman luar negeri contohnya adalah infiltrasi, subversi dan intervensi dari kekuatan kolonialisme dan imperialisme serta invasi dari darat, udara dan laut oleh musuh dari luar negri.

Untuk mendukung semua itu. Semangat kebangsaan, kepedulian berbudaya, kemauan menjadi masyarakat global yang berbudaya dan bermartabat, mengembangkan tanggungjawab, reaktualisasi terwujudnya budaya malu, keuletan, kemandirian dan hal-hal semacam Itu merupakan fitur-fitur budaya dan kebudayaan yang perlu terus ditumbuhkembangkan, mulai dari diri sendiri, lingkungan, sampai pada tatanan nasional Jadi untuk mendukung sebuah ketahanan nasional kita harus bisa menjaga budaya itu dan melestarikan budaya itu sendiri agar tidak punah dan di ambil negara lain. Misal dengan membuat hak paten atau membuat hak cipta, mengumumkan kepada dunia bahwa itu hasil karya kita. 








Kebudayaan Indonesia yang diklaim Negara lain :
1.      Reog-Ponorogo-Bujang-AnomTari Reog Ponorogo dari Jawa Timur oleh Pemerintah Malaysia













2.      Tari Kuda Lumping dari Jawa Timur oleh Pemerintah Malaysia
kuda-lumping
 












3.      Tari Piring dari Sumatera Barat oleh Pemerintah Malaysia
258-tari-piring-tari-ungkapan-syukur
 










4.      Motif Batik Parang dari Yogyakarta oleh Pemerintah Malaysia

motif-batik-parang-barong
 















5.      Alat Musik Angklung oleh Pemerintah Malaysia
photo
 
















6.      Desain Kerajinan Perak Desak Suwarti (Bali) diklaim Oknum Warga Negara Amerika
Kerajinan-Perak-Desa-Celuk-Sumber-pergiberwisataDOTcom
 







7.      Tari Pendet dari Bali oleh Pemerintah Malaysia
Bali_-_Penari_Pendet_Membawa_sangku_berisi_bunga_pada_Tari_Pendet_-_IE
 















8.      Kursi Taman Dengan Ornamen Ukir Khas Jepara dari Jawa Tengah oleh Oknum WN Perancis
kursi-tamu-minimalis-jepara-ukir
 









BAB 3
Penutup
3. Kesimpulan
    Untuk melindungi dan mempertahankan suatu negara memang sulit namun ketika kata sendiri dirubah menjadi kita maka kata sulit akan berganti menjadi mudah, sama halnya dengan sapu lidi ketika satu lidi akan digunakan untuk proses membersihkan sampah-sampah yang ada kan terasa sulit dan membutuhkan waktu yang namun ketika seratus lidi yang digunakan semua itu akan terasa mudah dan cepat. Seperti itu lah gambaran kita untuk menjaga dan melindungi negara ini, Satukan Indonesia, hindari perpecahan dan pegang erat kecintaan kita terhadap bangsa ini.



Short Movie Ketahanan Nasional : https://www.youtube.com/watch?v=gVGw5NqSQFQ















Daftar Pustaka :
Zubaidi,H Achmad,dkk.2002.Pendidikan Kewarganegaraan.Yogyakarta:Paradima
Muchji, Achmad, dkk.2007.Pendidikan Kewarganegaraan.Jakarta:Universitas Gunadarma


Jumat, 24 Maret 2017

Kenakalan Remaja



KENAKALAN REMAJA



DISUSUN OLEH :
AZHAR JAMALUDDIN (31416259)
CHORESA JULIAN (31416590)
RANI JULIANTI (36416074)
SAMIADJI EKA KRISTYANTO (36416802)
SRI AYU DEWI PAMUNGKAS (37416135)

KELAS : 1ID03
KELOMPOK 4

UNIVERSITAS GUNADARMA
A.    Pengertian Kenakalan Remaja
Para ahli pendidikan sependapat bahwa remaja adalah mereka yang berusia 13-18 tahun. Pada usia tersebut, seseorang sudah melampaui masa kanak-kanak, namun masih belum cukup matang untuk dapat dikatakan dewasa. Ia berada pada masa transis.
Kenakalan remaja adalah suatu perbuatan yang melanggar norma, aturan, atau hukum dalam masyarakat yang dilakukan pada usia remaja atau transisi masa anak-anak ke dewasa. Kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum pidana yang dilakukan oleh remaja. Perilaku tersebut akan merugikan dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya. Pengertian kenakalan remaja menurut para ahli :
·         Kartono, ilmuwan sosiologiKenakalan Remaja atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah juvenile delinquency merupakan gejala patologis sosial pada remaja yang disebabkan oleh satu bentuk pengabaian sosial. Akibatnya, mereka mengembangkan bentuk perilaku yang menyimpang”.
·         Santrock Kenakalan remaja merupakan kumpulan dari berbagai perilaku remaja yang tidak dapat diterima secara sosial hingga terjadi tindakan kriminal.”

B.     Faktor – Faktor Penyebab Kenakalan Remaja
Kenakalan remaja itu terjadi karena beberapa faktor, bisa disebabkan dari remaja itu sendiri (internal) maupun faktor dari luar (eksternal).
1.      Faktor Internal
a.       Krisis identitas: Perubahan biologis dan sosiologis pada diri remaja memungkinkan terjadinya dua bentuk integrasi. Pertama, terbentuknya perasaan akan konsistensi dalam kehidupannya. Kedua, tercapainya identitas peran. Kenakalan ramaja terjadi karena remaja gagal mencapai masa integrasi kedua.
b.      Kontrol diri yang lemah: Remaja yang tidak bisa mempelajari dan membedakan tingkah laku yang dapat diterima dengan yang tidak dapat diterima akan terseret pada perilaku ‘nakal’. Begitupun bagi mereka yang telah mengetahui perbedaan dua tingkah laku tersebut, namun tidak bisa mengembangkan kontrol diri untuk bertingkah laku sesuai dengan pengetahuannya.
2.      Faktor Eksternal
a.       Keluarga dan Perceraian orangtua, tidak adanya komunikasi antar anggota keluarga, atau perselisihan antar anggota keluarga bisa memicu perilaku negatif pada remaja. Pendidikan yang salah di keluarga pun, seperti terlalu memanjakan anak, tidak memberikan pendidikan agama, atau penolakan terhadap eksistensi anak, bisa menjadi penyebab terjadinya kenakalan remaja.
b.      Teman sebaya yang kurang baik.
c.       Komunitas atau lingkungan tempat tinggal yang kurang baik.

C.    Cara Mengatasi Kenakalan Remaja
Kenakalan remaja yang semakin hari semakin bertambah banyak di Indonesia memiliki dampak yang sangat buruk bagi mental dan fisik para penerus bangsa. Oleh karena itu, peran aktif pemerintah dan masyarakat sangat diharapkan untuk mengurangi angka kenakalan remaja sekarang ini. Berikut beberapa cara menagatasi kenakalan remaja:
1.      Kegagalan mencapai identitas peran dan lemahnya kontrol diri bisa dicegah atau diatasi dengan prinsip keteladanan. Remaja harus bisa mendapatkan sebanyak mungkin figur orang-orang dewasa yang telah melampaui masa remajanya dengan baik juga mereka yang berhasil memperbaiki diri setelah sebelumnya gagal pada tahap ini.
2.      Adanya motivasi dari keluarga, guru, teman sebaya untuk melakukan point pertama.
3.      Kemauan orangtua untuk membenahi kondisi keluarga sehingga tercipta keluarga yang harmonis, komunikatif, dan nyaman bagi remaja.
4.      Remaja pandai memilih teman dan lingkungan yang baik serta orangtua memberi arahan dengan siapa dan di komunitas mana remaja harus bergaul.
5.      Remaja membentuk ketahanan diri agar tidak mudah terpengaruh jika ternyata teman sebaya atau komunitas yang ada tidak sesuai dengan harapan.

D.    Tawuran
Tawuran adalah suatu tindakan anarkis yang dilakukan oleh dua kelompok dalam bentuk perkelahian masal di tempat umum sehingga menimbulkan keributan dan rasa ketakutan (teror) pada warga yang ada di sekitar tempat kejadian perkara tawuran. Tawuran bisa terjadi antar pelajar sekolah, antar mahasiswa kampus, antar warga, antar pendukung / suporter, antar pemeluk agama, antar suku, dan bisa juga antara warga dengan pelajar, antara pendukung parpol dengan polisi dan lain sebagainya.
Tawuran yang paling sering terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari adalah tawuran pelajar sekolah. Tawuran antar murid sekolah biasanya terjadi karena berbagai hal, yaitu seperti :
1.      Budaya atau kebiasaan murid sekolah.
2.      Saling pelotot-pelototan antar pelajar sekolah.
3.      Saling ejek-mengejek antar pelajar sekolah.
4.      Ingin balas dendam karena ada yang diganggu.
5.      Keributan imbas dari suatu pertandingan atau perlombaan.
Terdpat dua faktor penyebab terjadinya tawuran antar pelajar yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah faktor yang berlangsung melalui proses internalisasi diri yang keliru oleh remaja dalam menanggapi milieu di sekitarnya dan semua pengaruh dari luar. Perilaku merupakan reaksi ketidakmampuan dalam melakukan adaptasi terhadap lingkungan sekitar. Adapun faktor eksternal adalah sebagai berikut.
1.      Faktor keluarga
Faktor keluarga terdiri dari :
a.       Baik buruknya rumah tangga atau berantakan dan tidaknya sebuah rumah tangga.
b.      Perlindungan lebih yang diberikan orang tua.
c.       Penolakan orang tua, ada pasangan suami istri yang tidak pernah memikul tanggunf jawab sebagai ayah dan ibu.
d.      Pengaruh buruk dari orang tua, tingkah laku kriminal, dan tindakan asusila.
  1. Faktor Lingkungan Sekolah
Lingkungan sekolah yang tidak menguntungkan bisa berupa bangunan sekolah yang tidak memenuhi persyaratan, tanpa halaman bermain yang cukup luas, tanpa ruangan olahraga, minimnya fasilitas ruang belajar, jumlah murid di dalam kelas yang terlalu banyak dan padat, ventilasi dan sanitasi yang buruk, dan sebagainya.

  1. Faktor Llingkungan
Lingkungan sekitar yang tidak baik dan menguntungkan bagi pendidikan dan perkembangan remaja. Terkait dengan konsep kelompok sosial, W.G. Summer membagi kelompok sosial menjadi dua yaitu in-group dan out-group. Menurut summer, dalam masyarakat primitif yang terdiri dari kelompok – kelompok kecil dan tersebar di suatu wilayah terdapat pembagian jenis kelompok yaitu kelompok dalam (in-group) dan kelompok luar (out-group). Kelompok dalam (in-group) adalah kelompok sosial yang individu-individunya mengidentifikasikan dirinya dengan kelompoknya. Adapun kelompok luar (out-group) merupakan merupakan kelompok di luar kelompok in-group.

  1. Faktor Pergaulan
Pada sekolah biasanya terbentuk beberapa kelompok siswa, di mana ada kelompok siswa yang rajin, yang sering menjadi juara kelas, yang menjadi perwakilan sekolah dalam berbagai ajang lomba dan ada juga sekelompok siswa yang salah dalam pergaulan yang sering sekali melanggar norma-norma yang ada di sekolah.
Ada juga siswa yang biasa-biasa saja, siswa ini biasanya asyik dengan kehidupan nya sendiri dan hanya bergaul sekadarnya saja, siswa yang satu ini biasanya tidak begitu aktif dalam sekolahnya, kelompok ini adalah siswa yang biasanya suka bermain game tapi tidak menutup kemungkinan termasuk ke dalam dua kelompok di atas.
Siswa yang sering melanggar peraturan sekolah biasanya membentuk sebuah kelompok dengan sendirinya, kelompok ini mempunyai solidaritas yang kuat pada kelompok ini jugalah yang menjadi ujung tombak terjadinya perkelahian antar pelajar.

  1. Faktor Mental dan Gengsi
Siswa laki-laki yang biasanya mempunyai gengsi jika tidak mengikuti kegiatan yang satu ini, bagi siswa yang tidak ikut akan dianggap bahwa dia adalah siswa yang lemah, penakut, dan akan menjadi bahan ejekan bagi siswa yang lainnya.
Gengsi yang tertanam di jiwa siswa laki-laki sangat besar, tawuran juga biasa dijadikan aksi unjuk gigi dan ajang kuat-kuatan, siapa saja yang berhasil menaklukkan lawan akan disegani oleh siswa lainnya, gengsi seperti ini harus dihilangkan.

6.      Narkoba dan Barang Haram Lainnya

Ketegasan sekolah dalam melarang siswa nya untuk merokok sangat kecil, bahkan guru-gurunya pun dengan seenaknya saja merokok di hadapan para siswa, kenapa rokok karena rokok adalah awal dan jembatan untuk menggunakan barang haram lainnya.

Jika terdapat siswa yang sudah sering dan menjadi seorang perokok akut, ia akan mencoba mengkonsumsi hal lainnya tidak menutup kemungkinan untuk mengkonsumsi narkoba, selain narkoba minuman keras lainnya menjadi penyebab terjadinya tawuran.

Siswa yang bolos dan ngumpul dengan siswa lainnya biasanya mencari kegiatan, tidak hanya nongkrong saja banyak dari mereka yang meminum minuman keras yang efek nya adalah membuat keberanian pada siswa muncul.

Sehingga siswa tersebut berani melakukan apa saja, saat dalam keadaan tidak sadar juga sekelompok siswa biasanya berjalan-jalan hingga akhirnya bertemu dengan siswa lainnya yang diawali dengan saling mengejek lalu tidak terima dan akhirnya menyebabkan tawuran.
  1. Tumbunya Jiwa Premanisme
Siswa yang ingin tampil keren tapi tidak punya uang dan ingin mempunyai uang dengan cepat tampa kerja akan melakukan pemalakan atau merampas uang siswa lain yang menurutnya lemah. Melakukan secara beramai-ramai menjadikan siswa yang dipalak takut.
Tapi jika siswa yang dipalak tidak terima, lalu melapor kepada teman kelompoknya yang akhirnya membuat kesolidaritasan mereka diuji, maka hal ini akan berujung pada tawuran di mana siswa yang dipalak dengan kelompoknya akan membalas.

8.      Perhatian Guru

Perhatian dari guru yang kurang terhadap siswa nya menjadi penyebab terjadinya tawuran, guru yang lebih memperhatikan siswa yang berprestasi saja mengabaikan siswa yang kurang cakap dalam menerima pelajaran.
Perbedaan menangkap pelajaran dan bakat siswa semuanya disamaratakan, biasanya jika siswa tidak pandai dalam ilmu pelajaran memiliki bakat di seni atau olahraga lainnya. Seharusnya guru melakukan perhatian khusus terhadap siswa yang kurang dalam belajar nya.
Bukan hanya memperhatikan akan tetapi juga menyalurkan bakat yang dimiliki dengan mengadakan extrakulikuler untuk menampung bakat siswa di luar kemampuan dalam mengolah dan memahami ilmu pelajaran yang didapatkan.
Jika guru lebih cenderung memperhatikan siswa yang berprestasi dan mampu  maka siswa yang kurang mampu akan merasakan iri dan kurang perhatian untuk mencari perhatian biasanya mereka melakukan kegiatan yang melanggar peraturan sekolah salah satunya adalah tawuran.

  1. Faktor Sejarah Sekolah
Salah satu yang menjadi faktor terjadinya tawuran antar pelajar adalah sekolah yang mereka tempati memiliki hubungan yang kurang baik dengan sekolah lain, hubungan kurang baik ini biasanya sudah berlangsung sudah lama dan dijadikan sebagai rivalitas.
Jika sudah begini terjadinya tawuran antar sekolah sangat sering terjadi dan sulit untuk di selesaikan, apa lagi jika ada perlombaan per tandingan yang mempertemukan dua sekolah yang sejak dulu memiliki hubungan buruk maka bisa terjadi tawuran.

10.  Minimnya pengetahuan Agama

Agama menjadi faktor yang paling penting dan utama, jika diurutkan agama menjadi faktor di atas pendidikan orang tua dan keluarga. Siswa yang kurang dalam menjalankan ibadah dan cenderung untuk bermain dari pada mengikuti pengajian-pengajian.
Minimnya waktu pembelajaran di sekolah menjadi penyebab pengetahuan siswa tentang agama minim juga, sebenarnya peran orang tua dalam mengajari anaknya tentang agama juga sangat besar oleh karena itu baiknya sekolah kan di Pesantren.


Kami sudah mewawancarai seorang narasumber yang bersedia untuk berbagi kisah kenakalan yang pernah dia lakukan saat remaja. Sebagai apresiasi kami, maka kami tidak akan memberitahukan identitas narasumber tersebut atas kemauannya. Kami berterima kasih atas partisipasi narasumber yang telah membantu untuk menyelesaikan tugas kami.

Pewawancara : “Kenakalan apa saja yang pernah Anda lakukan saat remaja ?”
Narasumber : “Saya pernah melakukan tawuran.”
Pewawancara : “Kapan Anda melakukan tawuran tersebut ?”
Narasumber : “Saat saya di kelas 1 SMP saya melakukan tawuran tersebut.”
Pewawancara : “Siapa yang Anda lawan saat tawuran tersebut ?”
Narasumber : “Saya dan teman – teman saya melawan anak – anak dari  salah satu SMP di Jakarta saat itu.”
Pewawancara : “Apa alasan Anda melakukan aksi tawuran tersebut ?”
Narasumber : “Alasannya sebenarnya sepele. Saat itu anak dari SMP lain sedang menaiki truk bersama kawananya. Mereka melewati tempat saya dan teman – teman saya sedang berkumpul. Saat melewati kami, mereka mengejek – ngejek kami dengan seenaknya. Karena terpancing emosi saya dan teman – teman saya mengejek mereka kembali sehingga kami melakukan aksi tawuran dengan melawan mereka.”
Pewawancara : “Kenapa Anda bisa terlibat dengan aksi tawuran tersebut ?”
Narasumber : “Awalnya saya hanya ikut – ikutan untuk meramaikan. Tetapi jadi tawuran sungguhan.”
Pewawancara : “Alat apa yang Anda gunakan saat tawuran ?”
Narasumber : “Saat itu saya melempar batu ke lawan.”
Pewawancara : “Apa efek yang Anda dapatkan dari tawuran tersebut ? Apakah Anda mendapatkan luka ? ”
Narasumber : “Tidak, saya tidak mendapatkan luka.”
Pewawancara : “Apakah Anda menyesal pernah melakukan tawuran ?”
Narasumber : “Saya menyesal pernah melakukan tawuran. Karena menurut saya tawuran itu alay, saya merasa bodoh karena mengikuti teman – teman lainnya.”
Pewawancara : “Selain tawuran itu apakah anda pernah melakukan kenakalan yang lain?”
Narasumber : “ Saya tidak pernah melakukan kenakalan lain yang sangat beresiko karena saya sadar itu hanya akan merugikan diri saya sendiri.”


Daftar Pustaka