Jumat, 08 Mei 2020

Aspek Keuangan



Aspek Keuangan
a.       Biaya Produksi
PENGARUH BIAYA PRODUKSI TERHADAP EFISIENSI LABA KOTOR Halaman 1 ...
Biaya produksi atau dalam istilah Bahasa inggris disebut Cost of Production merupakan biaya yang muncul dari suatu proses produksi dalam perusahaan manufaktur yang membuat barang dan jasa untuk dijual kembali. Biaya produksi sangat penting, terutama dalam pelaporan keuangan perusahaan. Dalam akuntansi biaya, Anda akan menemukan bahwa biaya produksi ini merupakan komponen yang masuk dalam laporan laba rugi atau Income Statement. Biaya produksi ini akan memudahkan seorang manajer dalam mengambil keputusan yang krusial, agar bisa mengoptimalkan bisnisnya.

b.      Pengertian Biaya
Dalam arti luas biaya adalah pengorbanan sumber ekonomis yang diukur dalam satuan uang, yang telah terjadi atau mungkin terjadi untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam arti sempit biaya merupakan bagian dari harga pokok yang dikorbankan dalam usaha untuk memperoleh penghasilan (Mulyadi, 2012: 3).

c.       Biaya Pembuatan Produk
Siklus pembiayaan produksi dalam perusahaan manufaktur digunakan untuk menelusuri proses pengolahan produk, sejak dari dimasukkannya bahan baku ke dalam proses produksi sampai dengan dihasilkannya produk jadi dari proses produksi tersebut. Seluruh kegiatan yang terkait dengan produk akan dihitung berdasarkan teori yang ada dalam akuntansi biaya. Akuntansi biaya adalah proses pencatatan, penggolongan, peringkasan dan penyajian biaya pembuatan dan penjualan produk atau jasa, dengan cara-cara tertentu serta penafsiran terhadapnya (Mulyadi,2012).
d.      Harga Pokok Standar
Biaya yang didefinisikan sebagai harga perolehan atau harga pokok (cost) adalah jumlah yang dapat diukur dalam satuan uang dalam bentuk kas yang dibayarkan, nilai aktiva lain yang diserahkan atau dikorbankan, hutang yang timbul atau tambahan modal, dalam rangka pemilikan barang atau jasa yang dibutuhkan perusahaan baik masa lalu (harga perolehan yang terjadi) maupun pada masa yang akan datang(harga perolehan yang akan terjadi). Dari penjelasan di atas maka harga pokok pada akhirnya akan berubah menjadi biaya. selama produk belum laku dijual, maka harga pokok tersebut masih merupakan harga pokok dalam bentuk aktiva. Apabila hasil produksi tersebut terjual, maka harga pokok berubah menjadi biaya, yaitu sebagai harga pokok penjualan yang akan dipertemukan dengan penghasilan dalam periode bersangkutan.

e.       Penentuan Harga
Menurut Mulyadi, metode penentuan harga pokok produksi merupakan cara untuk memasukan unsur-unsur biaya ke dalam harga pokok produksi. Dalam penentuan harga pokok poduksi dikenal dua metode pendekatan, yaitu pendekatan full costing atau metode harga pokok penuh atau pendekatan variable costing atau metode harga pokok variabel.
Kesimpulan:
Aspek keuangan merupakah aspek terpenting dalam menjalankan suatu usaha, seorang wirausaha harus memiliki kemampuan yang baik dalam mengelola keuangan. Hal-hal yang termasuk kedalam aspek keuangan adalah biaya produksi, pengertian biaya, biaya pembuatan produk, harga pokok standar dan penentuan harga.

Daftar Pustaka


Menghitung Resiko Dalam Menjalankan Usaha


Menghitung Resiko Dalam Menjalankan Usaha
a.       Analisa Aspek keuangan
www.mag.co.id/wp-content/uploads/2015/03/pengel...
Analisis aspek keuangan meliputi komponen-komponen sebagai berikut :
1.      Kebutuhan dana
Yaitu kebutuhan dana untuk operasional perusahaan, misalnya besarnya dan untuk aktiva/aset tetap, modal kerja, dan pembiayaan awal.
2.      Sumber dana
Seperti telah dijelaskan sebelumnya, ada beberapa sumber dana yang layak digali, yaitu sumber dana internal (misalnya, modal disetor dan laba ditahan) dan modal eksternal (misalnya, obligasi dan pinjaman).
3.      Proyeksi neraca
Sangat penting untuk mengetahui posisi harta, kekayaan serta kondisi keuangan lainnya, misalnya posisi aktiva lancar, aktiva tetap, pasive/liabilitas lancar, kewajiban jangka panjang, dan kekayaan bersih.
4.      Proyeksi laba rugi
Proyeksi laba rugi dari tahun ke tahunmenggambarkan oerkiraan laba atau rugi pada masa yang akan datang, komponennya meliputi proyeksi penjualan, biaya, dan laba rugi bersih.
5.      Proyeksi aliran kas
Dari aliran kas dapat dilihat kemampuan perusahaan untuk melaksanakankewajiban-kewajiban keuangannya. Ada tiga jenis aliran kas mencakup aliran kas berikut :
a. Aliran kas masuk, merupakan penerimaan berupa hasil penjualan atau pendapatan.
b. Aliran kas keluar, merupakan biaya-biaya termasuk pembayaran bunga dan pajak.
c. Aliran kas masuk bersih, Merupakan selisih dari aliran kas masuk dan aliran kas keluar ditambah penyusutan dengan perhitungan bunga setelah pajak.
Proyeksi aliran kas dapat dihitung dengan rumus :
Aliran kas masuk bersih = laba setelah pajak + penyusutan + (1-tarif pajak) bunga

b.      Analisa Potensi Pasar
Merah Putih-IndonesiA: Mengetahui Potensi Pasar
Potensi pasar adalah peluang penjualan maksimum yang dapat dicapai oleh seluruh penjualan baik saat ini maupun yang akan datang. Dengan kata lain potensi pasar adalah seluruh permintaan /kebutuhan konsumen yang didasarkan atas dua faktor: jumlah konsumen potensial dengan daya beli. Daya beli adalah kemampuan konsumen dalam rangka untuk membeli barang (Suratman, 2001).

c.       Analisa Produk
Pengertian Produk dan Tingkatannya | 4 Pilar Bisnis
Ada 3 kalsifikasi produk : Produk primer (penggalian SDA), produk sekunder (Pengolahan /proses bahan baku), produk tersier (Peralatan dan Pelayanan Jasa).
Tujuan diadakan analisis terhadap jenis produk:
1.      Memenuhi keinginan dn minat konsumen
2.      Memenangkan persaingan
3.      Meningkatkan jumlah penjualan
4.      Mendayagunakan sumber-sumber produksi
5.      Mencegah kebosanan konsumen

d.      Analisa Pelanggan
Ingin Sukses? Fokus pada Kebutuhan Pelanggan Anda! - SHIFT Indonesia
Analisa pelanggan dalam pemasaran adalah strategi pemasaran dilakukan berdasarkan sudut pandang apa yang diharapkan oleh para pelanggan di masa depan. Dengan demikian, strategi hampir selalu dimulai dari apa yang dapat terjadi dan bukan dimulai apa yang terjadi.

e.       Analisa Pesaing Usaha
Bagaimana cara sebuah perusahaan dalam menghadapi kompetitor dalam ...
Analisa persaingan merupakan sebuah usaha untuk mengidentifikasi ancaman, kesempatan, ataupermasalahan strategis (strategy question) yang terjadi sebagai akibat dari perubahan persaingan potensial, serta kekuatan dan kelemahan pesaing. Analisis persaingan bersifat dinamis. Pesaing dideskripsikan dan dianalisis, pesaing di evaluasi, serta kemudian tindakan pesaing pun diprediksi secara tepat. Yang dimaksud pesaing termasuk didalamnya pesaing baru yang berpeluang mengacungkan jari telunjuk sebagai tanda kehadiran. Analisis persaingan merupakan aktifitas yang terus menerus dan memerlukan koordinasi informasi. Bisnis dan unit bisnis menganalisis pesaing dapat dengan cara menggunakan sistem intelejen pesaing.Untuk kepentingan itu, beberapa teknik dilakukan seperti pencarian database, survey konsumen, wawancara dengan pemasok serta partisipan lainnya yang sesuai, perekrutan karyawan pesaing termasuk mempelajari produk pesaing. Setiap teknik yang telah dikemukakan, tampak didalamnya mengandung unsur titik kedinamisan.


f.        Analisa bahan baku/bahan produksi
Perbedaan Bahan Baku dan Bahan Penolong - Zahir Blog
Bila dilihat dari kegiatan atau proses produksi maka akan terlihat masalah utama dalam proses produksi adalah tersedianya bahan baku. Pada dasarnya persediaan mempermudah dan memperlancar jalannya operasi suatu perusahaan yang baru dilakukan secara berturut-turut dalam memproduksi barang serta menyampaikan kepada konsumen. Ketika kebutuhan masyarakat masih bisa dipenuhi oleh sumber daya yang ada, maka tidak akan terjadi persoalan, bahkan juga tidak akan terjadi persaingan. Namun manakala kebutuhan seseorang atau masyarakat akan barang dan jasa sudah melebihi kemampuan penyediaan barang dan jasa tersebut, maka akan terjadilah apa yang disebut kelangkaan.

g.      Data Hasil Analisis
Analisis Data merupakan salah satu jenis pekerjaan yang membutuhkan keahlian khusus. Bagaimana tidak, apabila sedikit saja kita melakukan kesalahan didalam menganalisis data. Analisis Data adalah sebuah proses dari pengolahan data yang nantinya akan diubah untuk menjadi sebuah informasi, agar ciri-ciri dari data tersebut menjadi mudah untuk dipahami dan dapat digunakan sebagai solusi dari suatu permasalahan. Tujuan utama dari penggunaan Analisis Data ini adalah :
1.      Digunakan untuk mendeskripsikan sebuah data sehingga akan sangat mudah untuk dipahami.
2.      Untuk membuat kesimpulan berdasarkan data yang didapatkan dari sampel.
3.      Untuk memeriksa, merapihkan, mentransformasikan, dan memeragakan data.
Kesimpulan:
Dalam menghitung resiko dalam menjalankan usaha terdapat beberapa hal yang harus dianalisa seperti Analisa Aspek keuangan, Analisa potensi pasar, Analisa produk, Analisa pelanggan, Analisa pesaing usaha, Analisa bahan baku dan data hasil analisis. Itu semua berperan penting dalam menghitung resiko ketika menjalankan usaha.


Daftar Pustaka :

Primyastanto, Mimit. 2011. Manajemen Agribisnis Antara teori Dan Aplikasinya. UB Press: Malang.

Waralaba & Pemasaran Langsung


Waralaba & Pemasaran Langsung

a.       Pengertian Waralaba
Waralaba adalah perikatan yang salah satu pihaknya diberikan hak memanfaatkan dan atau menggunakan hak dari kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan oleh pihak lain tersebut dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan jasa.
Atau definisi lain dari waralaba adalah bentuk kerjasama bisnis atau usaha dengan memakai prinsip kemitraan, sebuah perusahaan yang sudah mapan baik itu dari segi sistem manajemennya, keuangannya maupun dari marketingnya serta adanya merek dari produk perusahaan yang sudah dikenal oleh masyarakat luas, dengan perusahaan ataupun individu yang memakai merek dari produk maupun sistem tersebut itulah yang disebut dengan waralaba.
Apa yang dimaksud dengan waralaba?

b.      Jenis-jenis Waralaba
Adapun jenis dari waralaba dapat dibagi menjadi 2 (dua), yang diantaranya sebagai berikut ini:
1.      Waralaba luar negeri – jenis waralaba ini paling banyak disukai, sebab sistemnya yang sudah jelas, merek produknya sudah diterima oleh masyarakat dunia dan dirasakan jauh lebih bergengsi dari pada yang lainnya.
2.      Waralaba dalam negeri – jenis ini juga telah menjadi salah satu pilihan investasi bagi orang yang mempunyai keinginan untuk menjadi seorang pengusaha akan tetapi tidak memiliki atau masih kurang akan pengetahuan mengenai piranti awal dan kelanjutan usaha ini yang disediakan oleh pemilik waralaba (Franchisor).

c.       Resiko Investasi dalam Usaha Waralaba
Meskipun apabila membeli waralaba, risiko kegagalan bisa diperkecil, sebab perusahaan pewaralaba (franchisor) sudah menyediakan segala sesuatunya untuk mensupport pemodal (terfranchise / franchisee), termasuk survei, metode pemasaran dan promosi, perizinan, bahan baku, manajemen, standar kerja (SOP), desain interior, dan lain sebagainya.
Menurut John Naisbit dalam bukunya yang berjudul Megatrends, waralaba yakni konsep pemasaran yang paling berhasil dalam sejarah umat manusia. Menurutnya, di USA, setiap delapan menit, lahir satu outlet franchise. Konsep waralaba ini kemudian merambah sampai ke Indonesia, di mana sepuluh tahun terakhir ini banyak bermunculan pebisnis yang menawarkan konsep waralaba terhadap masyarakat (calon pemodal).
Konsep baru ini menjadi topik hangat dikalangan dunia usaha dan media bisnis. Akibatnya, semakin banyak orang yang tertarik untuk menanamkan uangnya dengan membeli waralaba atau sekadar lisensi bisnis atau paling tidak mengenal lebih rinci bagaimana cara waralaba itu.

d.      Persetujuan Waralaba
Kontrak atau persetujuan franchise adalah tahap akhir untuk menjadi pemakai franchise.
Syarat-syarat yang bisa diperbaharui akan menunjukkan panjang kontrak dan persyaratan untuk memperbaharuinya.
Pemutusan perjanjian finansial hendaknya menunjukkan syarat-syarat apa yang akan terjadi jika usaha dari pemakai franchise mengalami kebangkrutan.

e.       Pengertian pemasaran langsung
Menurut Suyanto (2007: 219), pengertian pemasaran langsung adalah sistem pemasaran yang memakai saluran langsung untuk mencapai konsumen dan menyerahkan barang/ jasa kepada konsumen tanpa adanya perantara. Untuk menghasilkan tanggapan dan / atau transaksi yang dapat diukur pada suatu lokasi.
Menurut Kotler, Amstrong, Ang, Leong, Tan & Tse, ada beberapa bentuk direct marketing yang bisa dilakukan. Diantaranya adalah:
·         Personal Selling
·         Telemarketing
·         Direct Mail
·         Catalog Marketing
·         Direct Respinse
·         Online Marketing
·         Television Marketing
·         Kiosk marketing

f.        Keuntungan dari pemasaran langsung
Secara umum, tujuan pemasaran langsung adalah untuk memasarkan produk/ jasa kepada target konsumen dengan biaya pemasaran yang lebih minim. Direct marketing memberikan manfaat kepada beberap oknum yang terlibat di dalamnya, yaitu pemilik produk, penjual, dan konsumen. Keuntungan utama pemasaran langsung bagi perusahaan adalah perusahaan dapat mengukur secara langsung respons konsumen terhadap setiap kampanye pemasaran yang diberikan. Dengan begitu, perusahaan dapat mendorong peningkatan tingkat respon dalam upaya mencapai efektivitas pemasaran dan profitabilitas yang lebih besar. Perusahaan dapat merancang pemasaran dengan target yang spesifik. Mereka misalnya, dapat mengirim pesan khusus ke kelompok pelanggan tertentu dan pelanggan potensial berdasarkan demografi dan perilaku pembelian. Semakin bertarget kampanye perusahaan, semakin besar kemungkinan keberhasilannya.

g.      Keuntungan dari pemasaran langsung
1.      Strategi pemasaran jemput bola dengan layanan pesan antar
Alternatif pertama dan bisa bisa dibilang paling umum dijalankan adalah dengan menawarkan layanan pesan antar. Layanan pesan antar adalah salah satu strategi pemasaran jemput bola yang memberikan kemudahan bagi konsumen tidak perlu keluar rumah untuk mendapatkan produk yang diperlukan.
2.      Periklanan terklasifikasi (classified advertising)
Pendekatan paling sederhana dan tidak mahal bagi wirausahawa adalah iklan terpilih pada surat kabar dan majalah. Majalah atau surat kabar hendaknya diidentifikasi yang akan mencapai pasar produk/jasa yang tepat. Iklan terklasifikasi bisa mendatangkan hasil laba yang tinggi.
3.      Strategi pemasaran door to door
Alternatif strategi pemasaran jemput bola yang terakhir adalah dengan menawarkan produk secara langsung ke lapangan atau bisa juga disebut marketing door to door. Teknik ini pada dasarnya bisa disamakan dengan fungsi sales marketing yang akan berkeliling menawarkan produk langsung pada konsumen dari pintu ke pintu atau melalui sebuah acara tertentu.
4.      Katalog penjualan (catalog sales)
Pencetakan katalog berkualitas merupakan investasi yang sangat mahal bagi wirausahawan. Walaupun ini lebih mudah dibandingkan menjual di toko eceran, katalog harus menarik dan merangsang minat pelanggan. Keuntungannya adalah bahwa katalog memungkinkan penjualan berulang karena katalog mungkin disimpan untuk digunakan di masa yang akan datang.
5.      Kiriman pos langsung (direct mail)
Teknik ini memungkinkan wirausahawan untuk mengirim barang yang dijual secara langsung kepada calon pelanggan. Teknik ini hendaknya digunakan ketika terdapat produk dan segmen pasar yang jelas.

h.      Multi Level Marketing
Pemasaran berjenjang (bahasa Inggris: Multi-level marketing; MLM) adalah strategi pemasaran di mana tenaga penjual (sales) tidak hanya mendapatkan kompensasi atas penjualan yang mereka hasilkan, tetapi juga atas hasil penjualan sales lain yang mereka rekrut. Tenaga penjual yang direkrut tersebut dikenal dengan anggota “downline”. Istilah lain yang digunakan untuk MLM adalah penjualan piramida, pemasaran jaringan, dan pemasaran berantai.
Ciri-ciri Perusahaan Multi Level Marketing Syariah dan Pilihannya
Pada umumnya, tenaga penjual menjual produk perusahaan secara langsung kepada konsumen yang merupakan orang terdekat atau melalui pemasaran dari mulut-ke-mulut. Beberapa pihak menggunakan istilah penjualan langsung sebagai sinonim untuk MLM, meskipun pada kenyataannya MLM hanyalah salah satu bentuk dari penjualan langsung. Perusahaan yang menggunakan model MLM untuk menjual produk mereka seringkali menjadi sasaran kritik dan tuntutan hukum. Kritik terutama sekali ditujukan pada kegiatannya yang menyalahgunakan atau tidak sesuai dengan skema piramida, penetapan harga produk, biaya masuk awal yang tinggi, lebih mementingkan perekrutan anggota baru ketimbang penjualan produk, pemaksaan anggota baru untuk membeli dan menggunakan produk perusahaan, pemanfaatan hubungan pribadi sebagai target penjualan ataupun target perekrutan, skema pembagian kompensasi yang kompleks, antusiasme dan teknik berlebihan yang diterapkan untuk menjual atau merekrut anggota baru, serta metode perekrutan yang kebanyakan bersifat ‘memperdaya’; hanya menjelaskan keuntungan tanpa menjelaskan kerugian bergabung dengan MLM kepada anggota baru.

Kesimpulan:
Waralaba adalah perikatan yang salah satu pihaknya diberikan hak memanfaatkan dan atau menggunakan hak dari kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan oleh pihak lain tersebut dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan jasa. Kontrak atau persetujuan waralaba adalah tahap akhir untuk menjadi pemakai waralaba. Syarat-syarat yang bisa diperbaharui akan menunjukkan panjang kontrak dan persyaratan untuk memperbaharuinya.


Daftar Pustaka

Suryana. 2009. Kewirausahaan. Pedoman Praktis, Kiat dan Proses Menuju Sukses. PT.Salemba Empat. Jakarta.