KEWIRAUSAHAAN
Kewirausahaan
didefinisikan sebagai proses penciptaan suatu hal baru yang bernilai dengan
pengorbaan waktu dan upaya yang dibutuhkan, mengambil risiko keuangan, risiko
psikologis dan risiko sosial yang terkait. Serta perolehan imbalan yang
dihasilkan, baik dalam bentuk imbalan moneter, maupun kepuasan dan kebebasan
pribadi (Robert, 2008).

·
DASAR-DASAR
KEWIRAUSAAHAAN
Kita memeriksa
karakteristik-karakteristik dasar para wirausaha untuk memahami mengapa
beberapa individu cenderung lebih terlibat dalam kewirausahaan bila
dibandingkan dengan individu-individu yang lain. Berikut ini merupakan
karakteristik wirausaha.
1. Memiliki
rasa percaya diri
Seorang
wirausaha harus mempunyai rasa percaya diri yang kuat dan juga memiliki sikap
ketidaktergantungan terhadap orang lain. Sehingga dia harus percaya kepada
dirinya sendiri.
2. Berorientasi
pada tugas dan hasil
Seorang
wirausaha harus memiliki rasa tanggung jawab terhadap tugas-tugas yang
dibebankan kepadanya, selain itu ia juga harus memiliki sikap bertanggung jawab
pada hasil dari tugas yang dibebankan.
3. Berani
menanggung resiko
Setiap
wirausaha harus siap atau berani menanggung resiko atas setiap tindakan yang
diambilnya.
4. Memiliki
jiwa kepemimpinan
Jiwa
kepemimpinan sangat diperlukan dalam diri seorang wirausaha untuk memimpin
semua anggotanya.
5. Berorientasi
ke masa depan
Seorang
wirausaha harus memiliki visi dan misi untuk kedepannya apa yang akan ia
lakukan dan apa yang ingin dicapai.
6. Jujur
dan tekun
Untuk
menjadi seorang wirausaha diperlukan sikap jujur dan tekun.
7. Selalu
memiliki komitmen dalam pekerjaan, etos kerja dan tanggung jawab
Seorang
wirausaha harus memiliki jiwa komitmen dalam usahanya dan tekad yang bulat
didalam mencurahkan semua perhatiannya pada usaha yang digelutinya. Ia tidak
pernah setengah-setengah dalam berusaha, berani menanggung resiko, selalu
bekerja keras, dan tidak takut menghadapi peluang-peluang yang ada.
8. Disiplin
Seorang
wirausaha dalam melakukan kegiatannya harus memiliki sikap kedisiplinan yang
tinggi, disiplin secara menyeluruh terhadap waktu, kualitas pekerjaan, sistem
kerja, dan sebagainya.
9. Memiliki
kemampuan manajerial
Seorang
wirausaha harus memiliki kemampuan perencanaan usaha, mengorganisasikan usaha,
memvisualisasikan usaha, mengelola usaha dan sumber daya manusia, mengontrol
usaha, maupun kemampuan mengintegrasikan operasi perusahaannya yang kesemuanya
itu adalah merupakan kemampuan manajerial yang wajib dimiliki dari seorang
wirausaha.
10. Selalu
mencari peluang
Esensi
kewirausahaan yaitu tanggapan yang positif terhadap peluang untuk memperoleh
keuntungan untuk diri sendiri dan atau pelayanan yang lebih baik pada pelanggan
dan masyarakat.
Menurut Zimmerer (2008), ide-ide
yang berasal dari wirausaha dapat menciptakan peluang. Sumber peluang usaha
dapat digali dengan cara :
1. Menciptakan
produk baru yang berbeda
Ketika
ide muncul secara rill atau nyata. Misalnya dalam bentuk barang dan jasa baru,
maka produk dan jasa tersebut harus berbeda dengan produk dan jasa yang ada
dipasar.

2. Mengamati
pintu peluang
Wirausaha
harus mengamati potensi-potensi yang dimiliki pesaing. Misalnya kemungkinan
pesaing mengembangkan produk baru, pengalaman keberhasilan dalam mengembangkan
produk baru, dukungan keuangan dan keunggulan yang dimiliki pesaing dipasar.
·
CARA MENYUSUN RENCANA BISNIS
1. Peluang
usaha
Dalam sistem pasar bebas,
peluang usaha muncul karena keadaan yang berubah-ubah, kekacauan, kebingungan,
inkonsistensi, tertinggal atau terdeepan, pengetahuan atau ketidaktahuan dan
berbagai kekurangan dalam industri pasar. Perkembangan dunia bisnis yang sangat
pesat selalu memunculkan peluang usaha yang baru. Peluang ini memiliki potensi
pengembangan yang tinggi jika didukung dengan kemampuan mengelola peluang
melalui proses berpikir kreatif dan inovatif (Brillyanes, 2018)
2. Pemasaran
Pemasaran merupakan
sistem keseluruhan dari berbagai kegiatan bisnis atau usaha yang ditujukan
untuk merencanakan, menentukan harga barang atau jasa, mempromosikannya, dan
mendistribusikannya kepada konsumen dan bisa memuaskan konsumen (Stanton,
2003).

Perusahaan
bisa tumbuh dan menjadi mapan dikarenakan adanya pasar konsumen (customer market). Proses mempertahankan
dan mengkuisisi customer merupakan
inti dari pemasaran. Pemasaran berperan penting pada tahap awal usaha yang
ingin tumbuh dengan menarik perhatian dari calon customer segments yang potensial (Mishra, 2016). Dengan melakukan
suatu pemasaran yang baik maka dapat membuat banyak orang mengetahui tentang
produk usaha bisnis anda, dan memungkinkan banyak konsumen yang tertarik,
terlebih lagi produk usaha anda memiliki kualitas dan nilai inovatif dan
keunikan.
3. Konsep
produk
Konsep produk mengatakan
bahwa konsumen akan menyukai produk yang menawarkan mutu, performansi dan
ciri-ciri yang terbaik. Setelah ditemukannya ide produk yang paling
memungkinkan untuk diproses lebih lanjut, maka tahap berikutnya dilanjutkan
dengan tahap pengembangan konsep dan pengujian konsep atas produk tersebut.
Konsep ini adalah hasil dari proses pengembangan atas ide-de yang terpilih
dalam proses screening, dimana dalam konsep produk ini harus dinyatakan dalam
bahasa sehari-hari yang bisa dipahami oleh target market dalam segmen yang
dituju. Konsep produk harus bisa mewakili bentuk, fungsi daan tujuan dari
produk tersebut yang disajikan dalam bahasa konsumen atau sudut pandang
konsumen (Anang, 2020)
4. Produk
dan teknologi
Melalui kemajuan di
bidang teknologi, kita dapat membuat produk yang lebih berkualitas dan memiliki
lebih banyak inovasi. Selain itu kemajuan teknologi di bidang media promosi
dapat memperkenalkan produk ke seluruh dunia dengan media promosi online. Media
promosi sendiri terbagi menjadi dua yaitu offline dan online. Kemajuan
teknologi juga memungkinkan untuk melakukan komunikasi dan kerja sama jarak
jauh dengan rekan bisnis menggunakan berbagai media sosial yang disediakan.
5. Aspek
hukum dan peraturan
Berbagai hal penting
ketika akan membentuk atau memdirikan suatu wirausaha
maka yang harus
diperhatikan adalah aspek hukum. Bisnis dan hukum tidak dapat
dipisahkan seperti bisnis
dengan komponen-komponen lainnya. Hukum mengandung pengertian aturan-aturan
yang dapat diberlakukan untuk mengatur
hubungan-hubungan antar
manusia dan antara manusia dengan masyarakatnya. Pentingnya aspek hukum bagi
suatu usaha sangatlah diperlukan, karena dengan
status badan hukum
merupakan dasar yang penting ketika kita mulai berwirausaha, perusahaan
haruslah memiliki badan hukum tertentu agar dapat memiliki legalitas dalam
menjalankan kegiatannya. Keberadaan badan hukum perusahaan akan melindungi
perusahaan dari segala tuntutan akibat aktivitas yang dijalankannya. Karena
badan hukum perusahaan memberikan kepastian berusaha, sehingga kekhawatiran
atas pelanggaran hukum akan terhindar, mengingat badan hukum perusahaan
memiliki rambu-rambu yang harus dipatuhi. Dengan memiliki badan hukum, maka
perusahaan akan memenuhi kewajiban dan hak terhadap berbagai pihak yang
berkaitan dengan perusahaan, baik yang ada di dalam maupun di luar perusahaan.
6. Aspek
lingkungan dan amdal
Studi aspek lingkungan
bertujuan untuk menentukan apakah secara lingkungan hidup, misalnya dari sisi
udara, dan air, rencana bisnis diperkirakan dapat dilaksanakan secara layak
atau sebaliknya dan dampak yang dapat ditimbulkan jika suatu usaha dilakukan,
baik dampak negatif maupun positif. Dampak yang timbul ada yang langsung memengaruhi
pada kegiatan usaha dilakukan sekarang atau baru kelihatan di masa yang akan datang.
Oleh
karena itu sebelum usaha dijalankan perlu
dilakukan studi tentang
dampak lingkungan untuk mengetahui dampak yang akan timbul dan dicari jalan
keluarnya untuk mengatasinya, studi ini dinamakan Analisis Mengenai Dampak
Lingkungan (AMDAL).
7. Aspek
organisasi
Dalam aspek organisasi
dan manajemen, yang perlu diuraikan adalah bentuk kegiatan dan cara pengelolaan
dari gagasan usaha yang direncanakan secara efisien. Apabila bentuk dan sistem
pengelolaan telah dapat ditentukan secara teknis (jenis pekerjaan yang
diperlukan) dan berdasarkan pada kegiatan usaha, disusun bentuk organisasi yang
cocok dan sesuai untuk menjalankan kegiatan tersebut. Berdasarkan struktur
organisasi yang ditetapkan, kemudian ditentukan jumlah tenaga kerja serta
keahlian yang diperlukan (Arif, 2016).
8. Aspek
Keuangan
Aspek ekonomi dan
keuangan antara lain yang perlu dibahas antara lain menyangkut dengan perkiraan
biaya investasi, perkiraan biaya operasi dan pemeliharaan, kebutuhan modal
kerja, sumber pembiayaan, perkiraan pendapatan, perhitungan kriteria investasi.
Perhitungan lainnya yang perlu ditampilkan adalah break even point (titik impas) beserta payback period, proyeksi
laba/rugi, proyeksi aliran kas dan dampak proyek terhadap perekonomian
masyarakat secara keseluruhan (Arif, 2016).
·
CARA MENYUSUN RENCANA BISNIS
1. Analisis
Pasar
Pasar dan pemasaran dalam
dunia usaha merupakan dua sisi yang tidak dapat dipashkan satu dengan yang
lainnya. Pengertian pasar secara sederhana dapat diartikan sebagai tempat
bertemunya para penjual dan pembeli
untuk melakukan transaksi (Kasmir dan Jakfar, 2006: 9). Pasar tanpa pemasaran
tidak ada artinya, demikian pula sebaliknya. Setiap ada kegiatan pasar selalu
diikuti oleh pemasaran dan setiap kegiatan pemasaran adalah untuk mencari atau
menciptakan pasar.
2. Segmentasi,
Targeting dan Positioning
Strategi positioning
ditujuka khusus kepada pelaku bisnis yang lebih mengandalkan teknologi informasi
komputer secara tepat guna dan cepat menjawab seluruh kebutuhan. Perusahaan memberikan
jaminan kecepatan, keandalan dan ketepatan. Harga produk pada strategi harga
yang ditetapkan, disesuaikan dengan jaminan teknologi dan pelayanan yang sangat
baik yang diberikan kepada pelanggan.
3. Forecasting
Forecasting merupakan
pengetahuan dan seni untuk memperkirakan apa yang yang akan terjadi dimasa yang
akan datang pada saat sekarang. Dalam melakukan peramalan, peramal harus
mencari data dan informasi masa lalu. Data dan informasi masa lalu merupakan
perilaku yang terjadi dimasa lalu dengan berbagai kondisi pada saat itu. Ada beberpa
jenis peramalan, jika dilihat dari segi penyusunannya adalah peramalan
subjektif dan peramalan objektif. Dilihat dari segi sifat ramalan adalah
peramalan kualitatif dan peramalan kuantitatif. Dilihat dari segi jangka waktu
adalah peramalan jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.
4. Strategi
Pemasaran
Strategi Pemasaran punya
peranan penting dalam sebuah perusahaan atau bisnis karena berfungsi untuk
menentukan nilai ekonomi perusahaan, baik itu harga barang maupun jasa. Ada
tiga faktor penentu nilai harga barang dan jasa, yaitu produksi, pemasaran,
konsumsi. pemasaran menjadi bagian yang menghubungkan antara kegiatan produksi
dan konsumsi. Menurut Tjiptono, pengertian strategi pemasaran adalah alat
fundamental yang dirancang untuk mencapai tujuan perusahaan dengan
mengembangkan keunggulan daya saing yang berkesinambungan melewati pasar yang
dimasuki, dan progam pemasaran yang digunakan untuk melayani pasar target
tersebut.
5.
4P (Product, Place, Promo, Price)

·
PRODUK
Produk adalah sesuatu
yang dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. Produk terbagi menjadi
dua jenis yaitu produk yang berkaitan dengan benda fisik atau benda berwujud
seperti meja dan kursi, serta produk tidak berwujud seperti jasa. Menentukan
produk/jasa yang akan ditawarkan ke pasar umumnya menjadi langkah paling awal.
Ide mengenai produk bisa didapatkan dari beberapa sumber. Cara termudah adalah
dengan membandingkan langsung produk sejenis seperti yang ingin dijual, dan
melakukan riset kecil-kecilan ke target pasar mengenai kelebihan dan kekurangan
dari produk tersebut. Hasil dari riset tersebut diharapkan memberikan informasi
yang lebih akurat bagi wirausaha mengenai prospek pasar yang akan dimasukinya
dan produk seperti apa yang sedang dibutuhkan dan diharapkan oleh target pasar.
·
PLACE
Setelah menentukan produk
hal yang tidak kalah penting adalah mengenai dimana produk tersebut yang akan
ditawarkan tersebut mudah ditemukan oleh target pasar yang dituju. Ungkapan
“Lokasi, Lokasi, Lokasi” sebaiknya sangat diperhatikan oleh wirausaha, karena
bisa jadi pemilihan lokasi tempat usaha yang buruk dapat berakibat langsung
kepada kegagalan dari usaha yang dijalankan.
·
Promotion
Aspek penting lainnya
adalah mengenai promosi dari produk. Bagaimana suatu produk akan dikenalkan ke
pasar agar pelanggan tergerak untuk membelinya. Salah satu cara berpromosi
efektif adalah dengan beriklan. Bagi wirausaha yang baru memulai bisnis, iklan
dilakukan dengan mempertimbangkan efektifitas dan efisiensi-nya. Untuk
mendapatkan efektifitas beriklan sebaiknya dilakukan pemilihan media iklan yang
benar-benar cocok dengan karakter target pasar dari produk. Mungkin tidak
diperlukan untuk memasang iklan di segala media/tempat karena belum tentu
berpengaruh kepada peningkatan penjualan. Selain itu pemasangan iklan juga
berhubungan dengan biaya yang dikeluarkan. Pada tahap-tahap awal memulai
bisnis, sebaiknya masalah biaya mendapat perhatian khusus agar tidak menjadi
ganjalan dalam operasional usaha. Tentukan juga tujuan dari promosi, apakah
untuk menciptakan kesadaran merek atau dimaksudkan untuk meningkatkan
penjualan. Jangan lupa untuk mengukur hasil dari setiap kegiatan promosi yang
dilakukan, apakah sesuai dengan harapan atau masih perlu perbaikan untuk
kegiatan promosi berikutnya.
·
PRICE
Dalam penetapan harga
perlu diperhatikan factor-faktor yang mempengaruhinya, baik langsung ataupun
tidak langsung. Factor yang mempengaruhi secara langsung adalah harga bahan
baku, biaya produksi, biaya pemasaran, adanya peraturan pemerintah dan factor
lainnya. Factor yang tidak langsung namun erat hubungannya dalam penetapan
harga adalah harga produk sejenis yang dijual oleh para pesaing, pengaruh harga
terhadap hubungan antara produk subtitusi dan komplementer serta potongan untuk
para penyalur dan konsumen. Oleh karena itu, seorang produsen harus
memperhatikan dan memperhitungkan factor-faktor tersebut dalam penentuan
kebijakan harga yang akan digunakan. Sehingga dapat memnuhi harapan produsen
untuk dapat bersaing dan mampu memenuhi kebutuhan para konsumen sesuai dengan
harga yang dapat dijangkau. Penetapan harga untuk produk baru berupa :
Ø Market skimming price,
yaitu harga awal produk yang ditetapkan setinggi-tingginya dengan tujuan bahwa
produk atau jasa memiliki kualitas tinggi.
Ø Market penetration pricing,
yaitu dengan menetapkan harga yang paling rendah dengan tujuan untuk menguasai
pasar.
KESIMPULAN :
Kewirausahaan didefinisikan sebagai proses penciptaan suatu hal baru yang bernilai dengan pengorbaan waktu dan upaya yang dibutuhkan, mengambil risiko keuangan, risiko psikologis dan risiko sosial yang terkait. Serta perolehan imbalan yang dihasilkan, baik dalam bentuk imbalan moneter, maupun kepuasan dan kebebasan pribadi. Sebelum melakukan wirausaha terdapat beberapa dasar kewirausahaan yang harus dipahami yaitu karakteristik wirausaha dan sumber-sumber peluang usaha. setelah memahami karakteristik wirausaha selanjutnya menyusun rencana bisnis yaitu peluang usaha, pemasaran, konsep produk, produk dan teknologi, aspek hukum dan peraturan, aspek lingkungan dan amdal, aspek organisasi, aspek keuangan. setelah menyusun rencana bisnis selanjutnya menentukan aspek pemasaran yaitu analisis pasar, segmentasi, targeting dan positioning, forecasting, strategi pemasaran dan 4P (product, place, promo, price).
Daftar
Pustaka
Hamali, Arif Yusuf. 2016. Pemahaman Strategi Bisnis & Kewirausahaan. Jakarta:
PRENADAMEDIA GROUP
Firmansyah, Anang dan Anita Roosmawarni. 2020. KEWIRAUSAHAAN (Dasar dan Konsep). Jawa Timur: CV. Penerbit Qiara Media.
Hisrich, D Robert. 2008. Entrepreneurship
Kewirausahaan. Jakarta: Salemba Empat.
Sanawiri, Brillyanes dan Mohammad Iqbal. 2018. KEWIRAUSAHAAN. Malang: UB Press
Zebua, Edward. 2017. Buku Ajar dan Perangkat Pembelajaran KEWIRAUSAHAAN. Padang Panjang:
INSTITUT SENI INDONESIA PADANG PANJANG.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar